AIR

by Almaliki on 07:48 PM, 10-Apr-11

Category: Tafakkur

Seekor anak rusa tampak berlari kecil di tepian
sungai.
Ia melompat dari bebatuan satu ke
bebatuan lain yang berserakan di sepanjang
sungai.

Rasa dahaganya yang begitu tak
tertahankan tidak melunturkan niatnya untuk
mencari mata air yang jernih.
Karena di situlah, ia dan ibunya biasa minum. Sayangnya, karena longsoran tanah tepian
sungai, mata air tampak tidak lagi jernih.

Warnanya agak kecoklatan. “Ih, kok tidak jernih, ” ujar anak rusa sambil mencari aliran mata air ke arah aliran sungai.
Ia terus menelusuri aliran sungai yang berada
lebih bawah dari lokasi mata air.
Sayangnya,
kian ke bawah, semua anak mata air yang ia
temui berwarna sama: coklat keruh.
Dan kian
kebawah, warnanya lebih keruh lagi.
Kecewa dengan apa yang ia temukan, sang
anak rusa pun berlari meninggalkan sungai
menuju semak-semak di mana ibunya berada.
”Kamu sudah minum, Nak ?” tanya sang ibu rusa ketika mendapati anaknya sudah berada
di dekatnya. ”Belum, Bu,” ucap sang anak rusa tampak kesal.
”Kenapa? Kan kamu sudah tahu di mana mata air yang jernih itu berada, ” sergah sang ibu rusa kemudian.
”Airnya keruh, Bu. Dan semua anak mata air yang berada di bawahnya pun sama, bahkan
lebih keruh lagi, ” ungkap sang anak rusa tidak mampu lagi menahan kekecewaannya.
Induk rusa pun menghampiri anaknya lebih
dekat lagi. ”Anakku, kamu dapat pelajaran baru dari keruhnya mata air, ” ucap sang induk rusa tiba-tiba.
”Maksud ibu ?” tanya sang anak rusa begitu penasaran. ”Anakku, kalau mata air yang berada di bagian atas sungai keruh, semua aliran anak
mata air di bawahnya akan lebih keruh lagi.

Begitulah alam mengajarkan kita, ” jelas sang ibu rusa diiringi anggukan anaknya. ** Ada dahaga ruhani ketika kehidupan di negeri
ini kian jauh dari kepuasan jiwa.
Orang
menjadi begitu jatuh cinta dengan dunia
materi, dan tidak lagi perduli dengan orang-
orang di sekitarnya.
Pada dahaga itu, orang pun merindukan
sumber mata air ruhani nan jernih yang bisa
memuaskan rasa haus mereka.
Namun, ketika
mata air yang berada di atas mulai keruh
karena longsoran butiran tanah tepian sungai
kehidupan, jangan kecewa ketika anak-anak mata air di bawahnya ditemukan jauh lebihkeruh lagi.
Karena begitulah, Allah mengajarkan kita
melalui alam ini.

(muhammadnuh@
eramuslim.com)

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

2 responses to "AIR"

kangjack [07:45 AM, 25-Oct-11]

Numpang absen bro. Thank infonya ya.

http://kangjack.heck.in
[follow this blog n makasih banyak sebelumnya]

Almaliki [03:55 AM, 27-Oct-11]

Sama2 Bro..
terimakasih atas kunjungannya

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You may use BBCode tags)